Taro, Gianyar – Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi sejak masa kehamilan, Puskesmas Pembantu (Pustu) Taro I kembali menyelenggarakan Kelas Ibu Hamil yang diikuti oleh 37 ibu hamil dari seluruh wilayah kerja Pustu Taro I, Desa Taro. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pelayanan kesehatan primer yang mengedepankan pendekatan promotif, preventif, serta deteksi dini faktor risiko kehamilan sebagai langkah strategis dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mendukung percepatan pencegahan stunting.

Kegiatan diawali dengan registrasi dan verifikasi data ibu hamil, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dasar, penyampaian materi edukasi, konsultasi individual, hingga diskusi interaktif bersama tenaga kesehatan. Suasana kegiatan berlangsung aktif, di mana para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai kondisi kehamilan, pola makan, keluhan selama kehamilan, serta persiapan menghadapi persalinan.

Selain memberikan edukasi, tenaga kesehatan juga melakukan skrining kesehatan secara komprehensif terhadap setiap peserta. Pemeriksaan meliputi pencatatan usia ibu, Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT), Hari Perkiraan Lahir (HPL), usia kehamilan, riwayat obstetri atau kehamilan sebelumnya, berat badan, tinggi badan, pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) sebagai indikator status gizi, pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), status imunisasi Tetanus Toxoid (TT), kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), hingga nomor kontak yang digunakan sebagai bagian dari sistem pemantauan berkelanjutan.

Data hasil pemeriksaan kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi kondisi ibu hamil yang memerlukan perhatian khusus. Dari hasil skrining tersebut, tenaga kesehatan menemukan beberapa ibu hamil yang memiliki faktor risiko, di antaranya Kekurangan Energi Kronis (KEK), anemia, hipertensi dalam kehamilan, asma, serta ibu hamil yang sedang menjalani terapi hipertensi. Selain itu, dilakukan pula pemantauan terhadap status gizi melalui pengukuran LILA dan kadar hemoglobin guna mendeteksi kemungkinan terjadinya kekurangan zat besi maupun masalah gizi lainnya sejak dini.

Pendataan juga menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengikuti kegiatan memiliki usia kehamilan yang beragam, mulai dari trimester pertama hingga trimester ketiga. Dengan kondisi tersebut, materi edukasi disampaikan secara menyesuaikan kebutuhan masing-masing tahap kehamilan, mulai dari pentingnya pemeriksaan Antenatal Care (ANC) secara rutin, konsumsi tablet tambah darah, pemenuhan gizi seimbang, aktivitas fisik yang aman selama kehamilan, pengenalan tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan di fasilitas kesehatan, hingga pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dan perawatan bayi baru lahir.

Sebagai bagian dari sistem pemantauan wilayah, seluruh peserta juga dikelompokkan berdasarkan domisili yang meliputi Banjar Ked, Banjar Puakan, Banjar Taro Kelod, Banjar Taro Kaja, Banjar Tatag, dan Banjar Pakuseba. Pendekatan berbasis wilayah ini bertujuan mempermudah tenaga kesehatan bersama kader Posyandu dalam melakukan pemantauan lanjutan, kunjungan rumah (home visit), maupun tindak lanjut terhadap ibu hamil yang masuk kategori risiko tinggi.

Melalui pemetaan tersebut, Pustu Taro I memiliki basis data yang lebih akurat dalam menyusun prioritas pelayanan kesehatan ibu hamil. Data tersebut juga menjadi dasar pelaksanaan intervensi yang lebih cepat dan tepat sasaran sehingga setiap ibu hamil memperoleh pelayanan sesuai standar, termasuk rujukan apabila ditemukan indikasi komplikasi selama masa kehamilan.

Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang menegaskan pentingnya pelayanan kesehatan ibu secara menyeluruh sepanjang siklus kehidupan, serta mendukung Transformasi Sistem Kesehatan melalui Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menitikberatkan pada pelayanan kesehatan yang berkesinambungan, berbasis keluarga, dan berorientasi pada pencegahan penyakit.

Pemerintah Desa Taro menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan Pustu Taro I atas dedikasi dan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berbasis data. Sinergi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, Pemerintah Desa, serta keluarga diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, menjaga status gizi, serta mempersiapkan persalinan yang aman sehingga dapat melahirkan generasi Desa Taro yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh 37 ibu hamil yang menjadi sasaran pelayanan memperoleh pendampingan kesehatan secara optimal sejak masa kehamilan hingga persalinan, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas di Desa Taro.