Banjar Pisang Kelod merupakan salah satu banjar adat yang berada di wilayah Desa Adat Pisang Kaja, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Banjar ini dikenal sebagai kawasan yang memiliki kekayaan sejarah, nilai adat istiadat, kehidupan sosial yang harmonis, serta lingkungan alam pedesaan yang masih asri dan lestari.
Terletak pada ketinggian kurang lebih 650 meter di atas permukaan laut, Banjar Pisang Kelod memiliki suasana sejuk khas pegunungan Bali dengan potensi wilayah yang didominasi oleh sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Kehidupan masyarakatnya sangat menjunjung tinggi nilai gotong royong, kebersamaan, dan pelestarian budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun.
Sejarah Singkat Banjar Pisang Kelod
Sejarah Banjar Pisang Kelod berawal dari kisah perjalanan Ida Hyang Empu Galuh yang turun dari pertapaan dengan membawa anugerah berupa buah pisang. Dalam perjalanan beliau menuju wilayah pembuatan danau di tengah Pulau Bali, tepatnya di kawasan Cepok saat ini, jatuhlah sebutir buah pisang yang kemudian tumbuh subur dan berkembang menjadi banyak. Dari peristiwa tersebut, wilayah ini kemudian dikenal dengan nama “Pisang”.
Masyarakat Banjar Pisang pada awalnya merupakan penduduk pendatang dari berbagai wilayah yang datang untuk mencari tempat tinggal baru akibat keterbatasan lahan dan perkembangan keluarga di daerah asal mereka. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, wilayah Banjar Pisang kemudian berkembang menjadi dua wilayah, yaitu Pisang Kaja di bagian utara dan Pisang Kelod di bagian selatan.
Hingga kini, kisah tersebut tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya dan sejarah masyarakat Banjar Pisang Kelod sebagai simbol perjalanan, persatuan, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat adat Bali.
Kondisi Geografis
Banjar Pisang Kelod berada di kawasan dataran tinggi dengan karakteristik lingkungan yang masih alami dan didominasi area hijau pertanian serta perkebunan masyarakat.
Batas Wilayah
- Sebelah Utara : Desa Adat Pisang Kaja
- Sebelah Selatan : Desa Adat Jati
- Sebelah Timur : Desa Adat Tegal Suci
- Sebelah Barat : Desa Adat Let dan Desa Adat Patas
Luas Wilayah
± 75 Hektar
Ketinggian Wilayah
± 650 meter di atas permukaan laut
Data Kependudukan
Banjar Pisang Kelod memiliki masyarakat yang hidup dalam suasana kekeluargaan dan kebersamaan yang kuat.
Jumlah Penduduk
- Laki-laki : 212 orang
- Perempuan : 211 orang
- Total Penduduk : 423 orang
- Jumlah Kepala Keluarga : 101 KK
Kehidupan masyarakat di banjar ini masih sangat erat dengan budaya adat Bali, baik dalam pelaksanaan kegiatan sosial, keagamaan, maupun tradisi gotong royong.
Potensi Wilayah
Potensi utama Banjar Pisang Kelod berada pada sektor:
- Pertanian
- Perkebunan
- Peternakan
Sebagian besar masyarakat menggantungkan kehidupan pada aktivitas pertanian tradisional yang tetap menjaga keseimbangan alam dan nilai kearifan lokal Bali. Selain itu, kawasan ini memiliki potensi pengembangan wisata budaya dan wisata pedesaan karena lingkungan yang alami serta kehidupan adat yang masih sangat terjaga.
Kehidupan Sosial dan Budaya
Masyarakat Banjar Pisang Kelod sangat menjunjung tinggi filosofi hidup masyarakat Bali yang berlandaskan nilai Tri Hita Karana, yaitu keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam.
Berbagai kegiatan adat dan keagamaan dilaksanakan secara rutin melalui sistem gotong royong dan kebersamaan masyarakat. Tradisi ngayah masih menjadi budaya utama dalam setiap pelaksanaan upacara adat dan kegiatan sosial banjar.
Banjar Pisang Kelod juga memiliki berbagai pura dan tempat suci yang menjadi pusat spiritual masyarakat serta bagian penting dalam menjaga identitas budaya dan adat istiadat setempat.
Daftar Pura dan Hari Odalan
- Pura Puseh - Anggara Kasih Julung Wangi
- Pura Bale Agung - Anggara Kasih Julung Wangi
- Pura Pingit - Anggara Kasih Julung Wangi
- Pura Pengetegang - Anggara Kasih Julung Wangi
- Pura Sakenan - Anggara Kasih Julung Wangi
- Pura Dalem - Purnama Sasih Kedasa
- Pura Prajapati - Purnama Sasih Kedasa
- Pura Taman Sari Dalem - Purnama Sasih Kedasa
- Pesiraman Puseh - Purnama Sasih Kasa
- Pura Melanting - Buda Wage Julung Wangi
- Pura Dugul - Sukra Umanis Klawu
Struktur Kepengurusan Adat dan Dinas
Prajuru Desa Adat
- Bandesa Adat : I Ketut Sudarta
- Wakil Bandesa Adat : I Made Runta
- Sekretaris : I Wayan Sukada
- Bendahara : I Wayan Nyungkal
Kepengurusan Banjar
- Kelihan Adat : I Nyoman Masa
- Wakil Kelihan Adat : I Wayan Riyo
- Kelihan Dinas : I Wayan Korma
- Pekaseh : I Nyoman Budaadyana
- Wakil Pekaseh : I Wayan Jaman
Penutup
Banjar Pisang Kelod merupakan cerminan kehidupan masyarakat Bali yang masih menjaga keseimbangan antara budaya, adat, spiritualitas, dan kelestarian alam. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, masyarakat Banjar Pisang Kelod terus berupaya menjaga warisan leluhur sekaligus membangun masa depan yang harmonis, mandiri, dan berkelanjutan.
Keasrian alam, kekayaan budaya, serta nilai-nilai adat yang tetap hidup menjadikan Banjar Pisang Kelod sebagai bagian penting dari identitas Desa Adat Pisang Kaja dan warisan budaya Bali yang patut dijaga bersama.