Dalam upaya memperkuat transformasi pelayanan dasar kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi Bali secara serentak melaksanakan kegiatan Posyandu Serentak Tahun 2026 di seluruh kabupaten/kota se-Bali pada Senin, 19 Mei 2026. Di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah desa dengan lokus utama dipusatkan di Banjar Sengkaduan sebagai titik monitoring dan pelaksanaan terpadu yang terhubung secara daring melalui Zoom Meeting bersama pemerintah daerah dan seluruh peserta Posyandu serentak di Bali.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi transformasi kelembagaan Posyandu sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), yang menegaskan bahwa Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan semata, melainkan telah bertransformasi menjadi lembaga kemasyarakatan desa yang mendukung pemenuhan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Pelaksanaan Posyandu Serentak Tahun 2026 juga merupakan tindak lanjut dari Surat Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gianyar Nomor 63/Skr/Pos.KabGyr/V/2026 tanggal 7 Mei 2026 tentang Pelaksanaan Pelayanan Posyandu secara serentak dalam rangka Semarak Hari Posyandu Tahun 2026.

Transformasi Posyandu tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat pelayanan masyarakat berbasis desa dan banjar, sekaligus mendekatkan akses pelayanan dasar secara terpadu, efektif, dan berkelanjutan kepada masyarakat.

Di Desa Taro, pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan penuh semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor. Seluruh kader Posyandu, Tim Penggerak PKK Desa Taro, perangkat desa, tenaga kesehatan, unsur masyarakat, serta berbagai elemen pendukung lainnya turut berpartisipasi aktif menyukseskan kegiatan tersebut.

Banjar Sengkaduan dipilih sebagai lokus utama karena dinilai representatif dalam menggambarkan kesiapan kelembagaan Posyandu, partisipasi masyarakat, penataan lingkungan, serta integrasi pelayanan dasar berbasis komunitas yang telah berjalan secara harmonis di Desa Taro. Dari lokasi inilah pelaksanaan Posyandu Serentak Desa Taro terhubung secara virtual melalui Zoom bersama pelaksanaan Posyandu serentak lainnya di seluruh Bali sebagai bentuk sinergitas dan monitoring terpadu tingkat provinsi.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh balita beserta keluarga pendamping dari berbagai wilayah di Desa Taro. Selain pelayanan kesehatan dasar bagi balita, kegiatan juga terintegrasi dengan pelayanan ILP (Integrasi Layanan Primer) sebagai bagian dari penguatan transformasi sistem pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Kehadiran masyarakat yang sangat antusias menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya pelayanan kesehatan preventif dan pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan berbagai pelayanan dan kegiatan sosial sebagai bagian dari implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Di antaranya penyerahan paket sembako dan susu bagi kaum lansia sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan pemenuhan gizi bagi masyarakat lanjut usia.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan buku edukatif bagi anak-anak sekolah guna mendukung peningkatan literasi, minat baca, dan kualitas pendidikan anak sejak usia dini sebagai bagian dari penguatan bidang pendidikan dalam Posyandu 6 SPM.

Pelayanan kesehatan terpadu juga diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari balita, remaja, ibu-ibu, hingga lansia. Pemeriksaan kesehatan meliputi pemantauan tumbuh kembang balita, pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi kesehatan masyarakat, serta pelayanan preventif dan promotif lainnya yang dilakukan secara terpadu oleh petugas kesehatan bersama kader Posyandu.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan status gizi masyarakat, para peserta dan pendamping balita juga diberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) guna membantu pemenuhan kebutuhan gizi keluarga serta mendukung upaya pencegahan stunting sejak dini.

Tidak hanya pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga mencakup proses pemeriksaan, pendataan, dan pencatatan masyarakat secara langsung oleh petugas bersama kader Posyandu. Pendataan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung sistem pelayanan masyarakat berbasis data, sehingga program-program kesehatan dan sosial dapat berjalan lebih tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Posyandu Serentak mengintegrasikan pelayanan lintas sektor sesuai enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas).
Pelaksanaan kegiatan secara serentak di seluruh Bali ini menjadi simbol penguatan sinergitas antara pemerintah daerah, desa adat, desa dinas, kader pemberdayaan masyarakat, serta masyarakat dalam membangun sistem pelayanan dasar yang semakin dekat, cepat, dan tepat sasaran.
Selain menjadi sarana pelayanan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi sosial bagi masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat, ketahanan keluarga, peningkatan kualitas lingkungan, serta penguatan peran keluarga dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Desa Taro sendiri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program-program pembangunan berbasis masyarakat melalui berbagai inovasi pelayanan desa, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan lingkungan, hingga penguatan sektor kesehatan dan sosial kemasyarakatan secara berkelanjutan.
Dengan pelaksanaan Posyandu Serentak Tahun 2026 ini, diharapkan keberadaan Posyandu semakin mampu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus menjadi garda terdepan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat desa secara menyeluruh.
Kegiatan Posyandu Serentak Tahun 2026 mengusung tema:
“Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM): Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat.”