Taro, 10 Juli 2026 – Pemerintah Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, secara resmi melaksanakan Launching Sekolah Lansia “Sarwa Werdha Sukha” di Ruang Rapat Kantor Desa Taro, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Desa Taro dalam mendukung peningkatan kualitas hidup lanjut usia melalui pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning), sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan desa yang ramah lansia, sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Launching Sekolah Lansia diikuti oleh 25 orang peserta lanjut usia yang berasal dari wilayah Desa Taro. Program ini dirancang sebagai wadah pembelajaran nonformal yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesehatan, kemandirian, serta peran aktif lansia dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Surat Pemerintah Desa Taro Nomor 400.10/134/PEL/VII/2026 tanggal 2 Juli 2026 tentang Undangan Launching Sekolah Lansia Desa Taro, sebagai bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendukung kebijakan nasional di bidang pembangunan keluarga dan peningkatan kesejahteraan lanjut usia.

Komitmen Membangun Lansia yang Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif

Sekolah Lansia “Sarwa Werdha Sukha” merupakan program pemberdayaan yang mengedepankan konsep belajar sepanjang hayat, sehingga para lanjut usia tetap memiliki kesempatan untuk mengembangkan wawasan, menjaga kesehatan, memperkuat kondisi psikologis dan spiritual, serta meningkatkan kualitas hidup di usia senja.

Melalui program ini, para peserta akan memperoleh berbagai materi mengenai pola hidup sehat, pencegahan penyakit tidak menular, gizi seimbang, aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi lansia, kesehatan mental, penguatan spiritual, ketahanan keluarga, hak-hak lanjut usia, hingga peningkatan partisipasi sosial di tengah masyarakat.

Program ini juga mendukung terwujudnya Lansia SMART, yaitu Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif, sehingga para lanjut usia tetap dapat menjadi teladan, penjaga nilai-nilai budaya, sekaligus sumber inspirasi bagi generasi penerus.

Hadirkan Narasumber dari BKKBN Provinsi Bali

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, kegiatan launching menghadirkan narasumber dari BKKBN Provinsi Bali, yaitu Dr. DRS. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS, yang memberikan materi mengenai pentingnya Sekolah Lansia sebagai sarana pemberdayaan masyarakat lanjut usia dalam menghadapi tantangan perubahan demografi serta peningkatan angka harapan hidup di Indonesia.

Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa lansia merupakan aset bangsa yang perlu terus diberdayakan melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, dukungan keluarga, dan lingkungan sosial yang kondusif agar tetap mampu menjalani kehidupan secara sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat.

Materi yang disampaikan juga mengajak para peserta untuk membangun pola hidup sehat, menjaga kebugaran fisik dan mental, mempererat hubungan sosial, serta terus berpartisipasi dalam berbagai aktivitas kemasyarakatan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Selaras dengan Kebijakan Nasional

Pelaksanaan Sekolah Lansia “Sarwa Werdha Sukha” sejalan dengan berbagai regulasi nasional, antara lain:

  • Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia;
  • Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;
  • Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan;
  • Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan; dan
  • Program Sekolah Lansia yang dikembangkan oleh BKKBN sebagai bagian dari pembangunan keluarga berkualitas.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya pada tujuan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, pendidikan berkualitas, pengurangan kesenjangan, serta penguatan kelembagaan desa.

Sinergi Lintas Sektor

Launching Sekolah Lansia turut dihadiri oleh unsur Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Gianyar, Pemerintah Kecamatan Tegallalang, Pemerintah Desa Taro, tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana, aparat keamanan, kader kesehatan, serta berbagai unsur masyarakat yang bersama-sama memberikan dukungan terhadap keberlanjutan program.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan kesejahteraan lanjut usia merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat agar para lansia tetap memperoleh ruang untuk berkembang dan berkontribusi dalam kehidupan sosial.

Komitmen Pemerintah Desa Taro

Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, menyampaikan bahwa peluncuran Sekolah Lansia “Sarwa Werdha Sukha” merupakan bentuk penghormatan kepada para sesepuh desa yang telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan dan pelestarian nilai-nilai budaya di Desa Taro.

“Melalui Sekolah Lansia ‘Sarwa Werdha Sukha’, Pemerintah Desa Taro ingin memastikan bahwa para lanjut usia tetap memperoleh kesempatan untuk belajar, menjaga kesehatan, memperluas interaksi sosial, dan terus berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Kami berharap program ini menjadi wadah yang mampu menghadirkan kebahagiaan, kesehatan, serta semangat baru bagi para lansia.”

Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberlangsungan program ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkesinambungan.

Menuju Desa Taro yang Ramah Lansia

Launching Sekolah Lansia “Sarwa Werdha Sukha” menjadi momentum penting bagi Pemerintah Desa Taro dalam memperkuat komitmen membangun Desa Ramah Lansia (Age-Friendly Village), yaitu desa yang memberikan kesempatan kepada seluruh warga, termasuk lanjut usia, untuk hidup sehat, memperoleh akses pendidikan, pelayanan kesehatan, perlindungan sosial, serta tetap berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

Melalui semangat gotong royong, kolaborasi, dan pelayanan yang humanis, Pemerintah Desa Taro berharap Sekolah Lansia “Sarwa Werdha Sukha” dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) bagi desa-desa lain di Kabupaten Gianyar dalam mengembangkan program pemberdayaan lansia berbasis komunitas, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, tangguh, sejahtera, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.