Taro, 5 Agustus 2026 – Pemerintah Desa Taro secara resmi membuka dan menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode IX Tahun 2026 Universitas Bali Internasional (UNBI) dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Desa Taro, Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WITA ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, guna mendorong lahirnya berbagai inovasi, pemberdayaan, serta solusi nyata yang mendukung pembangunan Desa Taro secara berkelanjutan.

Acara dipimpin langsung oleh Perbekel Taro, I Wayan Warka, serta dihadiri oleh Ketua BPD Taro, I Wayan Suardika, S.H., M.H., beserta jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Taro. Turut hadir seluruh jajaran Pemerintah Desa Taro, meliputi Sekretaris Desa, para Kepala Urusan (Kaur), Kepala Seksi (Kasi), staf Pemerintah Desa, serta seluruh Kelihan Banjar Dinas se-Desa Taro sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang akan dijalankan oleh mahasiswa Universitas Bali Internasional.

Dari pihak Universitas Bali Internasional hadir Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM, I Gusti Ngurah Agung Windra Wartana Putra, S.Farm., Apt., M.Sc., didampingi Koordinator Desa (Koordes) KKN-PPM UNBI Desa Taro, I Putu Jhordy Indrawan, bersama seluruh mahasiswa peserta KKN-PPM Periode IX Tahun 2026.

Pada jajaran terdepan ruang rapat tampak Perbekel Taro, I Wayan Warka, duduk berdampingan dengan Dosen Pembimbing Lapangan Universitas Bali Internasional, didampingi Ketua BPD Taro, I Wayan Suardika, S.H., M.H. Kehadiran unsur pemerintah desa, BPD, dan pihak universitas dalam satu forum menjadi cerminan kuatnya sinergi antara pemerintah desa dan dunia akademik dalam mendukung pembangunan Desa Taro melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi.

Rangkaian Acara Berlangsung Khidmat

Kegiatan diawali dengan prakata pembukaan oleh pembawa acara (Master of Ceremony) yang dipandu oleh salah seorang mahasiswa peserta KKN-PPM Universitas Bali Internasional. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti prosesi menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh khidmat, yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus memohon kelancaran dan kesuksesan seluruh rangkaian pelaksanaan KKN-PPM di Desa Taro.

Memasuki agenda sambutan, Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM Universitas Bali Internasional, I Gusti Ngurah Agung Windra Wartana Putra, S.Farm., Apt., M.Sc., menyampaikan bahwa program KKN-PPM merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Beliau berharap seluruh mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki melalui berbagai program yang inovatif, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus membangun komunikasi dan kolaborasi yang harmonis dengan Pemerintah Desa Taro serta seluruh elemen masyarakat.

Selanjutnya, Perbekel Taro, I Wayan Warka, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Bali Internasional atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Taro sebagai lokasi pelaksanaan KKN-PPM Periode IX Tahun 2026. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam menghadirkan inovasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mendukung berbagai program pembangunan yang sedang dilaksanakan di Desa Taro.

Perbekel Taro juga berpesan agar seluruh mahasiswa senantiasa menjaga etika, menghormati adat istiadat, budaya, dan kearifan lokal Desa Taro, serta mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sehingga setiap program kerja dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.

Sebagai puncak acara, Perbekel Taro, I Wayan Warka secara resmi membuka dan menerima pelaksanaan KKN-PPM Periode IX Universitas Bali Internasional Tahun 2026 di Desa Taro.

Simbolis Penerimaan Mahasiswa KKN

Sebagai simbol dimulainya pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi simbolis penerimaan mahasiswa KKN-PPM Universitas Bali Internasional.

Dalam prosesi tersebut, Perbekel Taro, I Wayan Warka, didampingi Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM Universitas Bali Internasional, secara simbolis memasangkan topi, rompi KKN, serta kalung identitas (name tag) kepada perwakilan mahasiswa.

Prosesi tersebut menjadi simbol resmi diterimanya mahasiswa KKN-PPM oleh Pemerintah Desa Taro sekaligus menandai dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Pemasangan atribut tersebut mengandung makna tanggung jawab, dedikasi, serta komitmen mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, menjunjung tinggi etika akademik, menghormati nilai-nilai budaya lokal, serta berkolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat.

Perkenalan Mahasiswa dan Pemaparan Program Kerja

Usai prosesi simbolis, Koordinator Desa KKN-PPM UNBI Desa Taro, I Putu Jhordy Indrawan, memperkenalkan seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian di Desa Taro. Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan struktur organisasi tim KKN yang terdiri atas ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, humas, seksi acara, logistik, konsumsi dan rohani, serta publikasi dan dokumentasi (PDD).

Mahasiswa berasal dari berbagai disiplin ilmu, antara lain Teknik Elektromedik, Teknologi Laboratorium Medis, Administrasi Rumah Sakit, Farmasi Klinis, Farmasi, Fisioterapi, Psikologi, Manajemen Informasi Kesehatan, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Keberagaman kompetensi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pendekatan multidisiplin dalam mendukung pembangunan Desa Taro.

Selanjutnya, mahasiswa memaparkan program kerja utama yang akan dilaksanakan selama masa KKN, meliputi pencegahan stunting melalui pengadaan dan penanaman pohon kelor sebagai alternatif sumber gizi, mitigasi bencana melalui edukasi jalur evakuasi, titik kumpul, dan pemasangan rambu keselamatan, pengelolaan sampah melalui pembuatan teba modern, serta penguatan UMKM dan Desa Wisata Taro melalui pembuatan video promosi potensi wisata dan produk unggulan desa.

Selain program utama, mahasiswa juga menyampaikan program kerja bantu, di antaranya mendukung pelaksanaan kegiatan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Taro serta membantu berbagai kegiatan desa sesuai kebutuhan selama masa KKN.

Tidak hanya itu, setiap mahasiswa mempresentasikan program kerja individu sesuai bidang keahliannya. Program-program tersebut meliputi edukasi ergonomi bagi siswa sekolah dasar, pencegahan gangguan muskuloskeletal, edukasi etika batuk dan bersin, edukasi enam langkah cuci tangan yang benar, pengenalan logo obat, edukasi pemanfaatan jamu tradisional, serta edukasi Empat Pilar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Seluruh program dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan edukatif yang aplikatif dan berkelanjutan.

Mahasiswa juga memaparkan tahapan pelaksanaan kegiatan yang dimulai dari pelaksanaan program individu pada minggu pertama, program bantu pada minggu kedua, implementasi program utama pada minggu ketiga, hingga penyusunan laporan dan penutupan kegiatan pada minggu keempat.

Diskusi Interaktif dan Penguatan Kolaborasi

Usai pemaparan program kerja, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif antara mahasiswa KKN-PPM Universitas Bali Internasional dengan Pemerintah Desa Taro, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta seluruh perangkat desa yang hadir.

Dalam sesi tersebut, Kepala Seksi Kesejahteraan (Kasi Kesra) Desa Taro yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Taro, menyampaikan sejumlah masukan strategis. Beliau mendorong agar mahasiswa KKN Universitas Bali Internasional membangun kolaborasi dan koordinasi dengan mahasiswa KKN dari perguruan tinggi lain yang juga sedang melaksanakan pengabdian di Desa Taro, seperti Universitas Udayana (Unud), Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas), Universitas Warmadewa, maupun perguruan tinggi lainnya. Menurutnya, sinergi lintas perguruan tinggi akan memperkuat pelaksanaan program sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Beliau juga menyoroti program edukasi pembuatan jamu yang dipresentasikan mahasiswa. Menurutnya, Desa Taro memiliki potensi sumber daya alam yang sangat mendukung pengembangan produk herbal, khususnya berbahan dasar jahe dan rempah-rempah lokal. Desa Taro juga telah memiliki berbagai produk unggulan UMKM, seperti permen jahe, manisan jahe, serbuk jahe, serta berbagai olahan herbal lainnya. Oleh karena itu, beliau berharap mahasiswa dapat berkolaborasi dengan pelaku UMKM lokal dalam mengembangkan inovasi produk, peningkatan kualitas kemasan, promosi digital, hingga memperluas pemasaran produk-produk unggulan Desa Taro.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Kesra juga memberikan masukan kepada mahasiswa agar terus meningkatkan kemampuan komunikasi dan public speaking. Menurut beliau, kemampuan menyampaikan gagasan, mempresentasikan program, serta berbicara di depan publik merupakan kompetensi yang sangat penting ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. Beliau mengamati bahwa sebagian mahasiswa masih perlu meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan presentasi, sehingga diharapkan dapat terus melatih keterampilan komunikasi sebagai bekal menjadi sumber daya manusia yang profesional dan berkualitas.

Berbagai masukan tersebut disambut positif oleh mahasiswa KKN-PPM Universitas Bali Internasional yang menyatakan kesiapan untuk menjadikan seluruh saran sebagai bahan evaluasi sekaligus penyempurnaan dalam pelaksanaan program kerja selama masa pengabdian di Desa Taro.

Penutup

Dengan berakhirnya sesi diskusi dan tanya jawab, rangkaian kegiatan Pembukaan dan Penerimaan Mahasiswa KKN-PPM Periode IX Universitas Bali Internasional Tahun 2026 di Desa Taro ditutup dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh Perbekel Taro beserta jajaran Pemerintah Desa Taro, Ketua dan anggota BPD Taro, Dosen Pembimbing Lapangan, Koordinator Desa KKN-PPM, serta seluruh mahasiswa Universitas Bali Internasional.

Kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi antara Pemerintah Desa Taro dan Universitas Bali Internasional dalam mewujudkan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan seluruh program yang telah dirancang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat pembangunan desa, serta mendukung terwujudnya Desa Taro yang semakin maju, mandiri, inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.