Taro, 19 Agustus 2026 — Dalam semangat menjaga keharmonisan hubungan sosial, mempererat tali silaturahmi, serta membangun kedekatan dengan masyarakat, Pemerintah Desa Taro yang dipimpin Perbekel Taro I Wayan Warka menghadiri uleman resepsi pernikahan keluarga masyarakat di Banjar Puakan, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Rabu (19/8/2026).

Kehadiran Pemerintah Desa Taro dalam kegiatan sosial kemasyarakatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa untuk senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan publik, tetapi juga dalam berbagai momentum penting kehidupan sosial dan kekeluargaan masyarakat desa.

Berdasarkan undangan yang diterima, acara pawiwahan tersebut merupakan rangkaian upacara pernikahan I Made Murah Arta, S.Pd, putra kedua dari pasangan I Made Reti dan Ni Made Lilin dari Br. Puakan, Taro, dengan Ni Putu Sri Adnyani, S.Pd, putri pertama dari pasangan I Wayan Sariana dan Ni Nengah Sukarelawati dari Jl. Raya Serokadan, Abuan, Susut, Bangli.

Acara resepsi dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, bertempat di Br. Puakan, Desa Taro, Tegallalang, Gianyar, mulai pukul 12.00 WITA hingga selesai.

Kehadiran Perbekel Taro bersama jajaran Pemerintah Desa Taro menjadi wujud nyata perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kehidupan sosial masyarakat. Bagi Pemerintah Desa, memenuhi undangan dalam momentum pawiwahan bukan semata-mata sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang sedang melaksanakan upacara, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, membangun kebersamaan, serta merawat nilai-nilai menyama braya yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Bali.

Dalam suasana penuh kebahagiaan tersebut, Pemerintah Desa Taro turut menyampaikan doa dan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Semoga I Made Murah Arta, S.Pd dan Ni Putu Sri Adnyani, S.Pd senantiasa dianugerahi kebahagiaan, keharmonisan, kesehatan, serta kehidupan rumah tangga yang penuh kasih sayang dan kesejahteraan.

Momentum seperti ini sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, administrasi pemerintahan maupun pelayanan publik, tetapi juga menyangkut penguatan hubungan sosial, kebersamaan, solidaritas dan rasa kekeluargaan di tengah masyarakat.

Pemerintah Desa Taro berharap, tradisi saling hadir, saling menghormati dan saling mendukung dalam setiap momentum kehidupan masyarakat dapat terus dipelihara. Dengan demikian, hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat tidak hanya terbangun melalui pelayanan formal, tetapi juga melalui kedekatan sosial yang tumbuh secara alami dalam kehidupan sehari-hari.

Rahajeng pawiwahan. Semoga kedua mempelai senantiasa memperoleh tuntunan, kerahayuan, keharmonisan dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan berumah tangga. ?