Desa Taro, Tegallalang, Gianyar | Jumat, 24 Juli 2026 – Pemerintah Desa Taro secara resmi menerima kehadiran Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Udayana Periode XXXIII Tahun 2026 dalam sebuah kegiatan Penerimaan dan Serah Terima Mahasiswa KKN-PPM yang diselenggarakan di Kantor Desa Taro pada Jumat (24/7/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum awal dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa yang akan berlangsung selama 18 Juli hingga 16 Agustus 2026, sebagai bagian dari program Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana yang mengusung semangat “Research and Community Service for Prosperity.”
Acara pembukaan berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh Perbekel Taro I Wayan Warka, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM Universitas Udayana, Mahasiswa KKN-PPM Universitas Udayana, Babinsa Desa Taro, Ketua dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Taro, serta Perangkat Desa Taro. Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.

Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan doa, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, laporan Koordinator Desa KKN-PPM, sambutan Dosen Pembimbing Lapangan, serta sambutan Perbekel Taro I Wayan Warka. Puncak kegiatan ditandai dengan penyematan name tag secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa KKN serta penyerahan atribut KKN dari Dosen Pembimbing Lapangan kepada Perbekel Taro, sebagai simbol resmi dimulainya pelaksanaan KKN-PPM di Desa Taro.
Dalam sambutannya, Perbekel Taro I Wayan Warka menyampaikan apresiasi kepada Universitas Udayana yang kembali mempercayakan Desa Taro sebagai lokasi pelaksanaan KKN-PPM. Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menghadirkan inovasi, semangat kolaborasi, dan solusi yang dapat mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.

Beliau juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan Desa Taro sebagai ruang belajar yang sesungguhnya dengan membangun komunikasi yang baik, menghormati adat istiadat dan budaya lokal, serta melaksanakan setiap program kerja secara profesional, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan menegaskan bahwa KKN-PPM merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah menjadi solusi nyata bagi masyarakat melalui pendekatan ilmiah, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga memaparkan rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Program-program tersebut mencakup berbagai bidang strategis, antara lain penguatan tata kelola desa, pembangunan sarana dan prasarana, peningkatan produktivitas masyarakat, pelestarian sosial budaya, serta peningkatan kesehatan masyarakat. Seluruh program dirancang berdasarkan identifikasi kebutuhan masyarakat sehingga diharapkan mampu memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan.
Kehadiran BPD Taro dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan terhadap penguatan sinergi pembangunan desa melalui fungsi kemitraan dan pengawasan, sedangkan Babinsa Desa Taro turut memberikan dukungan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran pelaksanaan kegiatan KKN selama berada di wilayah Desa Taro.
Melalui program KKN-PPM Periode XXXIII Tahun 2026, Universitas Udayana kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sinergi antara LPPM Universitas Udayana, Pemerintah Desa Taro, BPD, Babinsa, perangkat desa, dan masyarakat diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi serta program pemberdayaan yang berdampak positif bagi pembangunan Desa Taro.

Dengan semangat “Research and Community Service for Prosperity”, pembukaan KKN-PPM Universitas Udayana di Desa Taro menjadi awal dari kolaborasi yang diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat, mendorong pembangunan berbasis potensi lokal, serta melahirkan solusi-solusi inovatif demi mewujudkan desa yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.