Desa Taro, Tegallalang, Gianyar – Desa Wisata Taro kembali dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan berskala nasional melalui pelaksanaan Gathering & Wisata Edukasi yang diikuti oleh peserta dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat pemahaman mengenai pemanfaatan pembiayaan negara, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR), sebagai instrumen penggerak ekonomi masyarakat di sektor pertanian, peternakan, dan pengelolaan pariwisata berbasis desa.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Desa Wisata Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, mengombinasikan edukasi, diskusi, serta pengalaman langsung melalui wisata berbasis alam dan budaya. Konsep tersebut memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana pembangunan ekonomi dapat berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta yang disambut hangat oleh panitia bersama Tim Desa Wisata Taro melalui suasana khas pedesaan Bali, dilanjutkan dengan coffee break sebagai sarana membangun komunikasi dan kebersamaan antar peserta. 

Acara kemudian dibuka secara resmi melalui sambutan dari perwakilan Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pemanfaatan berbagai instrumen pembiayaan produktif yang telah disediakan pemerintah. 

Memasuki sesi utama, peserta memperoleh materi mengenai pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan pengelolaan pariwisata desa. Materi disampaikan oleh I Made Rupa, SH, I Made Suwena, FKh, dan I Wayan Gede Ardika, SE, yang membahas peluang pengembangan usaha, strategi meningkatkan produktivitas masyarakat, serta pentingnya tata kelola usaha yang profesional dan berkelanjutan. 

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan mengenai optimalisasi akses pembiayaan bagi pelaku usaha desa. Para peserta diajak memahami bahwa akses permodalan yang tepat, disertai pengelolaan usaha yang baik, merupakan salah satu kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing desa wisata di tingkat nasional.

Sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), kegiatan dilanjutkan dengan Outbound & Fun Games di kawasan hutan Desa Taro. Aktivitas ini bertujuan membangun kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, serta mempererat kebersamaan antarpeserta dalam suasana yang edukatif dan menyenangkan. 

Usai menikmati makan siang dengan hidangan tradisional khas Bali, peserta melanjutkan agenda Trekking Desa Wisata dengan menyusuri jalur persawahan terasering, rumah tradisional Bali, sentra kerajinan perak, hingga kawasan Hutan Bambu Semara Ratih. Perjalanan ditutup dengan coffee break di kawasan Objek Wisata Semara Ratih yang menghadirkan suasana alam pedesaan yang asri dan menenangkan. Rundown Desa Wisata Taro Keuangan.pdf

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai kebijakan pembiayaan pemerintah, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana Desa Wisata Taro mengembangkan potensi lokal melalui kolaborasi antara sektor pertanian, peternakan, budaya, dan pariwisata. Pengalaman tersebut menjadi contoh nyata bahwa pembangunan ekonomi desa dapat diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha.

Kepercayaan yang diberikan Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan ini di Desa Wisata Taro menjadi pengakuan atas kapasitas desa sebagai destinasi yang mampu menghadirkan pembelajaran mengenai pembangunan ekonomi berbasis masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas pemanfaatan akses pembiayaan produktif bagi masyarakat Indonesia.