Desa Taro kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun desa yang bersih, sehat, mandiri, dan berkelanjutan melalui pelaksanaan penilaian Lomba Program Sinergitas Pengelolaan Sampah dari Sumbernya, Puspa Aman, dan Aku Hatinya PKK tingkat Kabupaten Gianyar Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026 bertempat di kawasan Puspa Aman Desa Taro.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Pemerintah Kecamatan Tegallalang Nomor 500.1.8/320/Camat tgll/2026 tentang pelaksanaan lomba sinergitas tingkat Kabupaten Gianyar. Penilaian dilakukan langsung oleh tim dari Kabupaten Gianyar yang hadir untuk melihat implementasi program desa, partisipasi masyarakat, inovasi lingkungan, serta keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan di Desa Taro.

Sejak pagi hari, suasana di kawasan Puspa Aman Desa Taro tampak penuh semangat. Perangkat desa, kader PKK, kelompok wanita tani, pengelola lingkungan, hingga masyarakat setempat turut terlibat dalam menyambut kedatangan tim penilai. Berbagai hasil program ditampilkan secara langsung, mulai dari sistem pengelolaan sampah berbasis sumber, pemanfaatan pekarangan rumah, kebun pangan keluarga, tanaman obat keluarga, hingga produk hasil olahan masyarakat.
Mengenal Program Puspa Aman
Puspa Aman merupakan singkatan dari Pusat Pangan Aman. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membangun ketahanan pangan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat, hijau, dan produktif. Konsep utama Puspa Aman adalah mendorong masyarakat agar mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan lingkungan sekitar rumah.
Di Desa Taro, Puspa Aman dikembangkan bukan hanya sebagai kebun biasa, melainkan sebagai kawasan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai jenis tanaman pangan, sayuran, buah-buahan, tanaman herbal, dan tanaman hias ditata secara terpadu untuk mendukung kebutuhan rumah tangga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan desa.
Program ini juga mengedepankan prinsip pangan sehat dan aman konsumsi, dengan mengurangi penggunaan bahan kimia berlebihan serta memanfaatkan pupuk organik hasil pengolahan sampah rumah tangga. Melalui sistem ini, masyarakat diajak memahami bahwa sampah organik yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diolah kembali menjadi pupuk yang bernilai manfaat bagi pertanian dan pekarangan keluarga.
Selain mendukung ketahanan pangan, Puspa Aman juga memiliki fungsi sosial dan edukatif. Kawasan ini menjadi tempat belajar bagi masyarakat, kader PKK, generasi muda, maupun tamu yang datang untuk melihat praktik pengelolaan lingkungan dan pangan berbasis masyarakat.

Pengelolaan Sampah dari Sumbernya
Dalam penilaian tersebut, Desa Taro juga mempresentasikan program pengelolaan sampah dari sumbernya sebagai bagian penting dari pembangunan lingkungan berkelanjutan. Masyarakat didorong untuk memilah sampah langsung dari rumah tangga antara sampah organik dan anorganik.
Sampah organik dimanfaatkan kembali menjadi kompos dan pupuk cair untuk mendukung kawasan Puspa Aman, sedangkan sampah anorganik dipilah dan dikelola melalui sistem bank sampah dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
Pola pengelolaan ini dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam dan ekosistem desa.
Aku Hatinya PKK dan Ketahanan Keluarga
Selain Puspa Aman, program Aku Hatinya PKK juga menjadi salah satu fokus penilaian. Program ini merupakan gerakan pemanfaatan halaman rumah agar lebih asri, tertata, indah, dan produktif. Melalui gerakan ini, masyarakat diajak memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan keluarga seperti cabai, tomat, sayuran, rempah-rempah, hingga tanaman obat keluarga.
Program tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dan kesehatan, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga di tengah tantangan perubahan ekonomi dan lingkungan.

Tim Penilai Berikan Apresiasi
Dalam proses penilaian, tim dari Kabupaten Gianyar memberikan apresiasi terhadap semangat gotong royong, keterlibatan masyarakat, serta inovasi yang ditunjukkan Desa Taro dalam menjalankan program-program berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Penataan kawasan, kebersihan lingkungan, keberlanjutan program, serta kekompakan masyarakat menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian positif dari tim penilai. Desa Taro dinilai berhasil menghadirkan sinergi antara pemerintah desa, PKK, kelompok masyarakat, dan warga dalam membangun sistem lingkungan yang berkelanjutan.
Meski demikian, hasil akhir lomba masih menunggu proses penilaian secara keseluruhan karena seluruh desa peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gianyar masih dalam tahap evaluasi. Pengumuman resmi akan dilakukan setelah seluruh rangkaian penilaian selesai dilaksanakan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Taro berharap semangat menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta membangun budaya gotong royong dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Desa Taro optimis bahwa pembangunan desa yang berlandaskan kearifan lokal, kepedulian lingkungan, dan partisipasi masyarakat akan mampu menciptakan masa depan desa yang harmonis, lestari, dan sejahtera.