Taro, Gianyar — Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Kabupaten Gianyar. Berdasarkan hasil keputusan Tim Penilai Lomba Sinergitas Pengelolaan Sampah dari Sumbernya, Puspa Aman dan AKU Hatinya PKK Kabupaten Gianyar Tahun 2026, Desa Taro berhasil meraih Juara I Kabupaten Gianyar dengan perolehan nilai tertinggi yaitu 88,89.

Pengumuman resmi tersebut diterbitkan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar melalui Surat Pengumuman Pemenang Lomba Sinergitas Tahun 2026 tertanggal 4 Juni 2026.
Dalam hasil penilaian yang telah ditetapkan melalui Berita Acara Penetapan Pemenang Nomor: 800.1.11.1/499/DKPKP/V/2026, Desa Taro berhasil mengungguli beberapa desa lainnya di Kabupaten Gianyar. Posisi Juara II diraih oleh Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar dengan nilai 83,16, sedangkan Juara III diraih oleh Desa Batuan, Kecamatan Sukawati dengan nilai 82,34.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Desa Taro karena tidak hanya sekadar pencapaian administratif, namun merupakan cerminan nyata keberhasilan masyarakat dalam membangun budaya sadar lingkungan berbasis partisipasi dan gotong royong.
Lomba Sinergitas Pengelolaan Sampah dari Sumbernya sendiri merupakan program strategis Pemerintah Kabupaten Gianyar yang bertujuan mendorong kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah secara mandiri mulai dari tingkat rumah tangga, sekaligus mengintegrasikan gerakan lingkungan dengan program pemberdayaan keluarga melalui Puspa Aman dan AKU Hatinya PKK.
Keberhasilan Desa Taro dinilai lahir dari sinergi yang kuat antara Pemerintah Desa, TP PKK Desa Taro, kader lingkungan, kelompok masyarakat, prajuru desa, hingga keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah berbasis sumber.
Berbagai inovasi dan gerakan nyata dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Taro, mulai dari edukasi pemilahan sampah rumah tangga, pengurangan penggunaan sampah plastik, pemanfaatan sampah organik, penataan lingkungan bersih dan hijau, hingga penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Bali.
Selain itu, budaya gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat Desa Taro menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai bagian dari nilai budaya, adat, dan spiritualitas masyarakat Desa Taro.
Tim penilai lomba yang terdiri dari unsur akademisi dan praktisi melakukan penilaian secara objektif berdasarkan sejumlah indikator yang telah ditetapkan sebelumnya oleh panitia. Penilaian meliputi aspek pengelolaan sampah dari sumber, partisipasi masyarakat, inovasi lingkungan, administrasi program, hingga keberlanjutan gerakan yang dijalankan di desa.
Capaian Juara I ini sekaligus memperkuat citra Desa Taro sebagai desa yang tidak hanya memiliki kekayaan budaya dan potensi pariwisata, namun juga memiliki komitmen kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan membangun pola hidup masyarakat yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.
Pemerintah Desa Taro menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Taro yang telah menunjukkan dedikasi, kebersamaan, dan semangat gotong royong sehingga mampu mengharumkan nama Desa Taro di tingkat Kabupaten Gianyar.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bersama untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan, memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berbasis sumber, serta menjaga semangat kebersamaan demi mewujudkan Desa Taro yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan menuju masa depan yang lebih baik.