Taro, Gianyar – Pemerintah Desa Taro menerima audiensi dan koordinasi awal mahasiswa Universitas Bali Internasional (UNBI) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Taro. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis pagi ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi strategis antara dunia akademik dan pemerintah desa guna menyusun program pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan kebutuhan pembangunan desa, sekaligus mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki Desa Taro.
Audiensi tersebut diterima oleh Sekretaris Desa Taro, I Made Rupa, SH, didampingi Kasi Kesejahteraan Rakyat Desa Taro, I Wayan Gede Ardika, SE, serta dihadiri Ketua Pokdarwis Desa Wisata Taro. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, komunikatif, dan penuh semangat kolaborasi, mencerminkan komitmen bersama untuk mewujudkan program KKN yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Universitas Bali Internasional (UNBI) merupakan salah satu perguruan tinggi di Bali yang memiliki komitmen kuat dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui program KKN, mahasiswa didorong untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan, mengembangkan inovasi, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di tingkat desa.
Pemilihan Desa Taro sebagai lokasi pelaksanaan KKN dinilai sangat relevan mengingat desa ini dikenal sebagai Pusat Peradaban Bali yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal yang masih terjaga dengan baik. Di sisi lain, Desa Taro juga terus berkembang sebagai Desa Wisata Taro – An Eco Spiritual Destination, yang mengedepankan harmoni antara pelestarian budaya, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Desa Taro memaparkan berbagai prioritas pembangunan yang dapat menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa selama menjalankan KKN. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penguatan pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik, transformasi digital desa, pengembangan potensi lokal, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia sebagai bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan.

Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah penguatan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Pemerintah Desa Taro berharap mahasiswa dapat berkontribusi melalui edukasi, inovasi, dan pendampingan kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Selain itu, turut dibahas pentingnya peningkatan sanitasi di kawasan objek wisata sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan, kenyamanan wisatawan, serta memperkuat citra Desa Wisata Taro sebagai destinasi yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Dalam bidang pembangunan sumber daya manusia, audiensi juga menyinggung sejumlah isu sosial yang memerlukan perhatian bersama, di antaranya pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, pencegahan kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak, serta upaya percepatan pencegahan stunting. Pemerintah Desa Taro berharap isu-isu tersebut dapat menjadi bagian dari program edukasi dan pengabdian mahasiswa melalui pendekatan yang komunikatif, berbasis data, serta melibatkan sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat sehingga mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pokdarwis Desa Wisata Taro memaparkan perkembangan serta arah strategis pengembangan Desa Wisata Taro yang saat ini terus menunjukkan tren positif sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali. Mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai potensi desa, mulai dari warisan budaya, tradisi, spiritualitas, bentang alam pedesaan, pertanian, hingga konsep Eco Spiritual Destination yang menjadi identitas Desa Wisata Taro dalam membangun pariwisata berkualitas, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat.
Selain itu, dipaparkan pula berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan melalui program KKN, seperti penguatan promosi digital, pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM, edukasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, peningkatan literasi digital, serta berbagai inovasi yang mampu mendukung keberlanjutan pembangunan desa. Dengan karakteristik tersebut, Desa Taro menjadi ruang belajar yang ideal bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi akademik sekaligus menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Mahasiswa Universitas Bali Internasional selanjutnya mempresentasikan draf program kerja KKN yang telah disusun sebagai rancangan awal pelaksanaan kegiatan. Berbagai usulan program memperoleh masukan dan arahan dari Pemerintah Desa Taro serta Pokdarwis agar pelaksanaannya benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat, mendukung program prioritas desa, serta mampu memberikan hasil yang berkelanjutan.
Seluruh hasil audiensi dan koordinasi awal ini akan dikolaborasikan dan disempurnakan menjadi program kerja bersama yang selanjutnya dipaparkan secara resmi pada Acara Pembukaan dan Penerimaan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bali Internasional (UNBI) di Desa Taro. Sinergi sejak tahap perencanaan ini diharapkan mampu menghasilkan program-program yang terarah, aplikatif, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Desa Taro.
Kolaborasi antara Pemerintah Desa Taro dan Universitas Bali Internasional menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam membangun masyarakat yang inovatif, berdaya saing, serta berkelanjutan. Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, pelaksanaan KKN diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi katalis lahirnya berbagai inovasi yang memperkuat pembangunan Desa Taro sebagai Pusat Peradaban Bali sekaligus Desa Wisata Taro – An Eco Spiritual Destination, yang terus berkembang sebagai contoh desa yang harmonis, lestari, dan adaptif terhadap tantangan masa depan.