TARO, GIANYAR – Meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan calon generasi penerus tidak hanya dimulai saat persalinan, tetapi sejak masa kehamilan. Kesadaran inilah yang menjadi landasan pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Pustu Taro II yang diikuti sebanyak 28 ibu hamil, Kamis (5/11/2026), bertempat di Balai Wantilan Banjar Pisang Kaja, Desa Taro.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini menghadirkan Desak Made Wiandani, S.S.T.Keb., sebagai narasumber. Melalui kegiatan edukasi tersebut, para peserta mendapatkan kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan serta mempersiapkan diri menghadapi proses persalinan.
Kelas Ibu Hamil merupakan salah satu bentuk edukasi kesehatan yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan pengetahuan, membangun kesadaran, dan memperkuat kesiapan calon ibu. Masa kehamilan merupakan periode penting yang membutuhkan perhatian berkelanjutan, baik terhadap kondisi kesehatan ibu maupun perkembangan janin.
Melalui edukasi ini, para ibu hamil diharapkan semakin memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan secara berkala, pemenuhan kebutuhan gizi, penerapan pola hidup sehat, pengenalan tanda bahaya kehamilan, serta persiapan menghadapi persalinan dan masa setelah melahirkan.
Tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh informasi kesehatan, Kelas Ibu Hamil juga menjadi sarana membangun kesadaran bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga para ibu mampu menjalani kehamilan dengan lebih sehat, aman, dan percaya diri.
Dalam pelaksanaannya, peserta juga diingatkan untuk membawa Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) atau yang lebih dikenal sebagai buku pink. Buku tersebut merupakan salah satu instrumen penting untuk mencatat dan memantau perkembangan kesehatan ibu dan anak, sekaligus menjadi pegangan dalam memperoleh pelayanan kesehatan selama masa kehamilan hingga setelah persalinan.

Keikutsertaan 28 ibu hamil dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi kesehatan di tengah masyarakat. Pendekatan pelayanan yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal diharapkan mampu mendorong semakin banyak ibu untuk aktif mencari informasi, memahami kondisi kehamilannya, serta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.

Pada akhirnya, kehamilan yang sehat bukan semata-mata tentang menantikan kelahiran seorang bayi, melainkan tentang mempersiapkan kehidupan baru dengan pengetahuan, kepedulian, dan tanggung jawab. Sebab, generasi yang sehat berawal dari ibu yang sehat, teredukasi, dan mendapatkan pendampingan yang tepat sejak masa kehamilan.
Ibu sehat, kehamilan terjaga, generasi berkualitas.