
Pasraman Budi Pekerti Banjar Adat Sengkaduan Taro Gelar Pembinaan Bulan Bahasa Menanamkan Nilai Budaya Bali Sejak Dini
Sengkaduan Taro, Jumat, 7 Februari 2025 – Dalam upaya melestarikan adat dan budaya Bali sejak usia dini, Pasraman Budi Pekerti Banjar Adat Sengkaduan Taro menggelar Pembinaan Bulan Bahasa bagi anak-anak pasraman. Kegiatan ini menjadi momentum berharga dalam menanamkan kecintaan terhadap warisan leluhur, sekaligus memperkuat identitas generasi muda di tengah arus modernisasi yang kian deras.
Bertempat di Balai Wantilan Jaba Pura Banjar Adat Sengkaduan Taro, suasana penuh semangat dan antusiasme terlihat dari raut wajah para peserta. Mereka diajak mendalami berbagai aspek bahasa dan sastra Bali, mulai dari penguasaan aksara Bali, pemahaman satua (cerita rakyat), hingga pengenalan tata krama berbahasa yang luhur. Tak hanya itu, pembinaan ini juga diisi dengan pelatihan nyurat (menulis aksara Bali), mesatua (bercerita), serta kidung dan kekawin yang menggema indah di tengah suasana pasraman yang sarat nilai spiritual.
Ketua Pasraman Budi Pekerti menekankan bahwa bahasa adalah jiwa dari kebudayaan, dan menjaga bahasa Bali sama artinya dengan menjaga jati diri masyarakat Bali. “Kami ingin anak-anak tumbuh dengan kebanggaan terhadap budaya sendiri. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar bahasa Bali, tetapi juga memahami filosofi yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Sementara itu, Bendesa Adat Sengkaduan Taro mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah konkret dalam membangun karakter generasi penerus yang berakar kuat pada tradisi leluhur. “Di era globalisasi, kita tidak boleh kehilangan identitas. Anak-anak harus diperkenalkan dengan bahasa, sastra, dan nilai-nilai adat sejak dini, agar mereka tumbuh dengan kesadaran bahwa warisan budaya ini adalah tanggung jawab bersama,” tuturnya.
Kegiatan Pembinaan Bulan Bahasa ini menjadi bukti nyata bahwa upaya pelestarian bahasa Bali tidak hanya sekadar wacana, tetapi juga diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menanamkan nilai-nilai luhur ini sejak dini, Pasraman Budi Pekerti Banjar Adat Sengkaduan Taro telah mengambil langkah visioner dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan Bali di tengah zaman yang terus berubah.
Sebagaimana pepatah Bali mengatakan, “Ajining diri saking lathi, ajining bangsa saking budaya”, kemuliaan seseorang terletak pada tutur katanya, sebagaimana kemuliaan sebuah bangsa terletak pada keluhuran budayanya. Dengan semangat itu, kegiatan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga sebuah gerakan kebudayaan yang membangun fondasi kokoh bagi generasi mendatang.