Loading...
 
 
read-more

MENJELAJAH POTENSI DESA TUA TARO

 


Gambaran Umum Desa Taro

Desa Taro awalnya dikenal dengan sebutan Bhumi Sarwaa Ada yang artinya serba ada. Julukan ini diberikan oleh seorang Maharsi Agung, Ida Maha Rsia Markandeya yang berasal dari India, yang diperkirakan tiba di Bali pada abad ke-7. Beliau datang untuk mengajarkan Agama Hindu dan mengajarkan tata cara bercocok tanam. Sistem Subak yang populer di Bali diperkirakan diajarkan pertama kalinya oleh beliu saat tiba di Desa Taro. Kehadiran beliau meninggalkan jejak-jejak sejarah dan warisan budaya yang sangat kaya di Desa Taro. Salah satu situs sejarah yang melegenda di Desa Taro adalah Pura Kahyangan Jagat Pura Agung Gunung Raung dan Konservasi Duwe Lembu Putih.

Secara administratif, Desa Taro berada di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Desa Taro terletak sekitar 600-750 meter diatas permukaan laut. Sehingga Desa Taro memiliki hawa yang sangat sejuk dan agak dingin. Apalagi, sebagian besar masyarakatnya adalah bermata pencahariaan petani, sehingga masih sangat mudah sekali ditemui lahan-lahan pertanian yang terbentang luas dan asri. Seperti hamparan persawahan bertingkat (Rice Terrace) perkebunan aneka buah, sayuran dan bunga.